Enam tahun telah berlalu.
Hari itu, mungkin saja menjadi hari yang menyedihkan untukmu. Dan tentu saja bagi semua yang menyayangimu (aku).
Hari itu, perjalananmu terhenti.
Bahkan setelah kau memberikan penampilan terbaikmu, kau harus rela pulang lebih dulu.
Hari itu, banyak sekali air mata yang jatuh.
Air mata kesedihan, kekecewaan, dan ketidakrelaan. Ya, kami semua menangis karenamu.
Tetapi hei, lihatlah.
Hari itu, tidak ada air mata yang jatuh di pipimu. Kau justru memberikan senyum terbaikmu.
Aah, kau sungguh hebat.
Sekecil itu tetapi sudah mampu mengolah perasaanmu dengan baik. Kau sungguh luar biasa. Kau mampu tersenyum hingga akhir.
Dan sejatinya hari itu bukanlah akhir.
Hari itu adalah awal dari perjalananmu yang sesungguhnya, yang telah kau buktikan hari ini.
Kaulah Sang Lentera Jiwa.
